Pages

Sabtu, 04 Juni 2011

Di Era Reformasi, Pancasila "Lenyap"

Pada 1 Juni lalu, Pancasila tepat berusia 66 tahun. Namun pada peringatan hari lahirnya, Pancasila baru dimaknai sebatas dasar negara Indonesia. Pancasila gagal diterapkan dalam nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara. Pidato BJ Habibie pada peringatan hari lahir Pancasila secara gamblang menyebutkan dasar negara Indonesia itu kini sudah dilupakan. Pancasila seolah-olah tenggelam dalam pusaran sejarah masa lalu yang tak lagi relevan untuk disertakan dalam dialektika reformasi. Pancasila seolah lenyap dari kehidupan bangsa Indonesia. "Pernyataan Habibie itu bukanlah pernyataan baru. Pada 1975, Bung Hatta pernah menulis surat bahwa Pancasila sudah dilupakan. Dan ternyata apa yang ditulis Bung Hatta kini menjadi kenyataan," ujar sejarawan JJ Rizal dalam diskusi Polemik di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/6). Habibie menjelaskan lenyapnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara disebabkan penolakan terhadap segala hal yang berhubungan dengan Orde Baru (Orba). Menurut Rizal, ini terjadi karena pemerintahan Orba yang saat itu dipimpin oleh Soeharto gencar menanamkan Pancasila melalui Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila (P4). "P4 sudah menjadi seperti ajaran atau doktrin yang luar biasa," imbuh Rizal. Rizal lalu membandingkan keberadaan Pancasila di era Orba dan Orde Lama (Orla). Pada zaman Orba, Pancasila masih ada tapi ditafsirkan secara fasis untuk kepentingan penguasa. Di era reformasi, Pancasila justru tidak ada.
"Pancasila sudah dibenamkan, dikuburkan, diinjak-injak. Banyak tindakan-tindakan yang anti Pancasila," ( media Indonesia edisi 4 juni 2011)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar